GUNUNG LOKON
Gunung Lokon adalah salah satu gunung yang aktif di Indonesia. Gunung
yang berada di Tomohon, Sulawesi Utara memiliki tinggi 1.580 m dari
permukaan laut. Dikelilingi oleh beberapa desa yang ada di Tomohon
menambah indah view Gunung Lokon. Salah satu sekolah yang berada dekat
dengan Gunung Lokon yang SMA LOKON.
Walaupun kelihatannya gunung ini hanya berdiam diri namun gunung lokon
setiap hari mengeluarkan asap dari lubang yang berada di bagian samping
gunung ini.
Meletusnya gunung Lokon :
1951
Terjadi letusan pada tahun ini yang tidak sehebat letusan tahun 1991 dan 2011.1991
Gunung Lokon pada Oktober 1991 pernah meletus yang menimbulkan kerugian material mencapai Rp 1 miliar. Ribuan jiwa penduduk di Desa Kakaskasen I, Kakaskasen II, Kinilow dan Tinoor, ketika itu setempat diungsikan besar-besar ke sejumlah daerah yang dinilai tidak rawan karena atap ribuan rumah penduduk hancur dihantam batu dan debu setebal 15 sampai 20 cm. Dalam musibah tersebut, seorang wisatawan asal Swiss, yang berkunjung saat terjadi letusan hebat itu tidak dapat ditemukan. Ia dipastikan tewas tertimbun longsoran lahar dingin.2001
Waktu meletus pada 2001, sebagian wilayah yang berjarak sekitar 25 Km dari gunung itu, ditutupi hujan debu yang mengguyur disebabkan karena tiupan angin. Material debu yang dikeluarkan dari kawah gunung api ini berbentuk lava pijar dan ketinggiannya diperkirakan mencapai 400 meter. Letusan ini tidak sebesar letusan tahun 1991.2011
Tanggal 10 Juli 2011 sebelum meletus
Minggu, 10 Juli 2011 status gunung ini telah ditingkatkan dari SIAGA menjadi AWAS oleh Pusat vulkano dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Pada Kamis, 14 Juli 2011 pukul 22:45 WITA gunung Lokon di kawah Tompaluan meletus dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu setinggi sekitar 1.500 meter. Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 Wita dengan lontaran material vulkanik setinggi 600 meter. Letusan ini mengakibatkan lebih dari 10.000 warga di beberapa desa, di antaranya Kinilow, Tinoor, dan Kakaskasen mengungsi ke Tomohon atau Manado.Sedikitnya dalam sehari setelah letusan telah dua warga meninggal sebagai akibat tidak langsung dari letusan.
Pada September 2015 gunung lokon sempat terbakar karena adanya pembakaran liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar